dimulainya reformasi HKI oleh pemerintah
Sesudah hampir setahun tertunda, perombakan UU HKI oleh pemerintahIndonesia yang sudah lama dinantikan akhirnya kembali ke jalurnya. Pada bulan November, Andy Sommeng, dirjen HaKI, akan menyelesaikan
usulan perubahan terhadap UU Merek. Para pemilik HKI boleh bersenang hati mendengar bahwa salah satu
prioritas utama dirjen HaKI adalah menambah kecepatan dan efisiensi
pada kantor HaKI. Saat ini dibutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk
mendaftarkan sebuah merek. Dengan mengubah proses pemeriksaan aplikasi, dirjen berharap dapat
memangkas setengahnya menjadi 12 bulan saja. Saat UU yang baru
berlaku, pendaftaran merek akan dipublikasikan untuk tujuan
opposition/keberatan dan kemudian diperiksa oleh pemeriksa dari kantor
merek. Sistem yang berlaku sekarang adalah aplikasi dipublikasikan
setelah diperiksa. Ini tentu saja akan menambah jumlah pendaftaran. Hal ini juga berarti
para pemilik merek perlu terus memperhatikan lembaran merek Indonesia. Dirjen juga merencanakan untuk mempercepat penanganan kasus merek oleh
pengadilan. Kasus HKI non pidana ditangani oleh pengadilan khusus HKI
yaitu Pengadilan Niaga. Di bawah UU Merek, Pengadilan memerlukan waktu 90 hari kerja untuk
mengeluarkan sebuah keputusan sejak dimualinya proses. Kelihatannya
Pengadilan cenderung berpegang pada tenggat waktu tersebut yang
artinya setiap kasus umumnya selesai dalam waktu empat bulan. Dirjen bahkan berencana mengurangi tenggat waktu hingga 60 hari kerja. Para pemilik merek akan sangat senang mendengar bahwa hukuman pidana
akan ditambah. Hukuman penahanan yang baru membuat polisi bisa menahan
tersangka pemalsu hingga 60 hari sebelum siding. Saat ini polisi hanya
bisa menahan tersangka yang melanggar hak cipta. Pada bulan desember, Dirjen akan mulai merencanakan satu langkah yang
lebih sulit dalam proses ini yaitu bagaimana mensosialisasikan
perubahan UU ini. Sesudah itu ia akan mengalihkan perhatiannya pada UU
Paten, Disain dan Hak Cipta. UU ini diharapkan bisa dipresentasikan kepada DPR untuk didiskusikan
pada paruh kedua tahun depan.
Comments [1]








